Senin, 17 Desember 2018

Kehilangan (Cerpen)



Sang surya yang mulai terbit begitu indah ,menerangi bumi , memberikan cahaya kehidupan dan menenangkan jiwa. Ketika sang surya mulai terbenam ,hari begitu tak berwarna ,bagaikan tak ada kehidupan di dunia. Hanya keajaiban Tuhan lah sang surya akan kembali.
Kisah ku di mulai saat ku menginjak SMA ¸aku mempunyai 3 sahabat yang begitu dekat . mereka bernama Hyuna ,Tyfani dan Bora. Mereka sudah mempunyai pacar , hanya aku yang belum mempunyai pacar. Hyuna sudah berpacaran dengan Panji sejak SMP , mereka memang sangat cocok. Panji itu orang nya sangat pemalu ,apalagi jika kami sedang berkumpul Panji hanya senyum-senyum melihat tingkah kami. Meskipun mereka sudah lama berpacaran tapi mereka masih kekanak-kanakan. Hyuna selalu bilang pada ku tentang hubungan nya dengan Panji yang semakin renggang.
Tyfani yang suka dengan K-pop selalu berhayal bisa bertemu dengan idolanya bahkan dia selalu berbicara yang aneh-aneh. Dan dia berbicara kepadaku “aku hanya ingin berpacaran dengan orang Korea ,apalagi dengan Sehun yang tampan itu”. Aku terkadang suka kesal dengan omongannya itu , tapi bagaimana pun dia adalah sahabat ku. Di kelas kami ada seorang laki-laki yang mirip orang Korea. Dia bernama Syahrul. Aku ,Hyuna ,dan Bora selalu mengejek Tyfani karena khayalannya itu yang terlalu tinggi. Tapi Tyfani tetap saja mengkhayalkan idolanya itu.
Setiap bel masuk kelas , aku selalu mengejek Tyfani dengan ucapan “pagi Syahrul” tapi Tyfani malah marah-marah saat aku mengucapkan kata Syahrul .”kenapa kamu mendadak marah begitu?”ucap ku. Aku tidak suka saja kamu menyebut-nyebutkan nama itu. “loh , kenapa ? padahal kan Syahrul itu tampan seperti orang Korea , hahaha lagian kamu cocok kok sama Syahrul” ujar ku. “Apa? (terkejut) cocok kamu bilang?? Iewwww banget deh aku suka sama si cowok itu (sambil melirik ke Syahrul). Aku tidak kuat menahan tawa saat Tyfani bicara seperti itu.
Setiap istirahat aku ,Hyuna ,dan Bora selalu menukarkan pensil milik Tyfani dengan pensil milik Syahrul. Aku suka dengan marahnya Tyfani itu , karena apabila dia marah mukanya menjadi merah seperti buah tomat. Beberapa hari dari kejadian saat aku menukarkan pensil Tyfani dengan Syahrul , Tyfani mengakui kepadaku kalau ternyata Tyfani mulai menyukai Syahrul. Aku terkejut dan tak menyangka dia mengucapkan itu.
Sahabat ku yang satu ini cerewetnya tidak terkalahkan ,suaranya yang seperti anak tikus itu membuat sekelas menjadi terganggu. Aku tak bisa menahan tawaku saat Bora di ejek oleh teman-teman Syahrul. Bora mempunyai pacar bernama Boy , kelasnya bersebelahan jadi Bora selalu cari-cari perhatian kepada Boy. Jujur saja aku kurang setuju dengan Boy , karena menurutku Boy itu seperti lelaki yang memanfaatkan Bora saja. Aku kasiah kepada Bora yang terus dibohongi oleh Boy. Tapi Bora masih saja mempertahankan lelaki itu , hingga akhirnya Bora diselingkuhi oleh nya.
Aku baru melihat Bora menangis sakit hati karena laki-laki yang tidak baik itu. Memang Bora mempunyai banyak pacar tapi baru kali ini Bora menangis seperti ditinggalkan oleh siapa saja. Akhirnya aku ,Hyuna ,dan Tyfani menemui Boy tanpa sepengetahuan Bora. Aku sangat kesal sehingga aku emosi dan memarahi Boy habis-habisan. Boy hanya diam seperti tak bersalah.
Tiba-tiba Bora datang , dan menghentikan ku memarahi Boy. “sudahlah , kamu tidak usah membantuku dengan memarahi laki-laki itu , karena percuma saja dia tidak akan mendengarnya” ujar Bora. Aku pun pulang dan aku berfikir kenapa laki-laki bisa menduakan wanita? Apa tidak cinta atau hanya memainkan perasaan wanita?
Mungkin aku belum tau apa itu alasannya , karena hanya aku diantara Hyuna, Bora ,dan Tyfani yang belum merasakan cinta. Memang sejak SMP aku sudah berpacaran tapi rasanya beda dengan apa yang aku lihat dan aku rasakan dengan curhatan sahabatku. Tapi aku tidak sanggup kalau merasakan sakit untuk yang kedua kalinya. Bagiku cinta itu hanya kesenangan sesaat .
Sekarang di sekolah yang menjadi bahan bulyan adalah aku. Karena aku tidak pernah bercerita tentang laki-laki. Hyuna ,Bora ,dan Tyfani tak puas-puasnya mengejeku ,aku hanya tertawa karena aku menganggapnya bercanda saja. “aku sekarang sudah tidak menangisi Boy lagi , dan Hyuna sekarang semakin awet saja dengan Panji , terus Tyfani kan baru jadian sama Syahrul , lantas kamu dengan siapa??”ujar Bora.
Aku tak menjawab apa-apa , jujur aku merasa iri dengan sahabatku yang setiap harinya menceritakan lelakinya itu dengan penuh canda tawa ,hari-harinya tak pernah sepi karena selalu di temani atau dikabari oleh lelakinya. Aku sungguh iri kepada mereka , tapi hati keciku berbicara “TIDAK”. Aku dikagetkan dengan suara Bora yang seperti anak tikus itu. “kenapa bengong?”ujar Tyfani
“apa kamu mau aku carikan lelaki untuk kamu?”timpa Bora
“ya sudah dengan teman SMP ku saja , dia ganteng kok”ujar Hyuna
“lebih baik kamu dengan saudaranya Syahrul saja ,coba aja bayangin pasti bakalan ganteng deh kan Syahrul nya juga ganteng(gaya alay)”ujar Tyfany
“Apaan si kalian ini? Memang nya aku sedang kontes mencari pasangan apa?”ujar ku. “HaHaHa”semuanya tertawa.
Ketika kami sedang tertawa ,tiba-tiba temanku Suzy mengajak ku pulang. Kami memang tidak sekelas dan berbeda jurusan ,tapi kami saling mengenal karena arah rumah kami yang bersamaan. Kami sangat dekat sekali bahkan Suzy selalu main ke rumah ku. Dia sama saja dengan Tyfany selalu mebicarakan tentang K-pop ,meskipun Suzy gila Korea tapi dia mempunyai pacar.
Sudah tidak aneh apabila pulang bareng dengan Suzy , dia selalu mengajaku ke suatu tempat. Aku sudah tahu apa yang akan dibicarakan Suzy , pasti tidak jauh dari K-pop dan tentang pacarnya. Suzy mengajak ku ke taman untuk mengobrol ,di taman begitu ramai. Aku memang suka tempat yang ramai.
Saat aku sudah sampai di taman ,Suzy mengajaku duduk di dekat orang-orang yang sedang latihan basket. “dilihat-lihat seru juga ya bermain basket ,aku jadi tertarik untuk mengikutinya”ajak Suzy. “apa ikut basket? Sejak kapan kamu suka olahraga Zi?lagian kita kan pulang sekolah selalu sore!”jawab ku.
“iya aku tertarik aja ,keliatannya seru kok sekalian aku diet hehe”ujar Suzy
“ah dasar ,hahaha”jawab ku. Suzy tiba-tiba berdiri “mau kemana kamu?”Tanya ku.
Aku seperti melihat teman ku ,sebentar aku lihat dulu. Lalu Suzy dan temannya itu mengahamipiri aku. “(bingung)loh Wendy”ujar ku.
“ternyata kalian sudah saling mengenal rupanya”ujar Suzy
“iya ,Wendy ini teman SD aku dulu”jawab ku
“Wen , aku mau gabung tim kamu dong ,boleh ya ya(sambil manja)”ujar Suzy
“ihh ngga ngga kok Wen ,Suzy tadi cuman bercanda aja”ujar ku
“ayo ayo kalian gabung aja sama club kami ,kebetulan sebentar lagi mau ada pertandingan”ajak Wendy
Tiba-tiba Wendy menarik tangan ku ,dan aku di ajak untuk mengobrol dengan senior-seniornya itu. Aku hanya mendengarkan pembicaraan Suzy , karena aku memang tidak berminat untuk mengikuti basket. Entah apa yang mereka bicarakan ,tiba-tiba mereka meminta nomor Hp ku ,simple saja aku menjawab “tidak punya”. Aku dan Suzy pun pulang karena hari sudah gelap.
“Tadi kenapa kamu tidak memberikan nomor Hp mu?”Tanya Suzy
“Aku malas saja Zi , lagipula untuk apa aku memberikannya”jawab ku
“Tadi sewaktu ngobrol ,kak El meminta nomor Hp mu loh ,cieee”ujar Suzy menyindir
“kak El? Apaan si kamu Zi ”jawab ku. Udah ah aku pulang duluan.

Seperti biasanya aku selalu menjadi pendengar setia atas curhatan sahabat-sahabat ku ini. Saat aku membuka Hp ternyata ada empat pesan. Nomor itu tidak terdaftar di kontak ponsel ku dan pesan dari Suzy. Isi pesan itu seperti ini
“ade?”
“kenapa ngga di jawab ,sibuk ya?”
“hari ini latihan ya jam setengah empat “
Aku sangat kesal kepada Suzy karena dia memberikan nomor ku kepada orang lain tanpa seizin ku. Aku membalas pesan dari kak El , hingga akhirnya setiap hari kami saling berkomunikasi. Hari ketiga El mengirim kata-kata yang puitis kepada ku, aku sempat di buat terbang oleh nya. Hanya Tyfani yang tahu kalau aku suka berkomunikasi dengan El.
Aku malas dengan laki-laki yang seperti itu jadi aku suruh Tyfani yang membalasnya , aku sempat curiga takutnya Tyfany menjaili ku. Saat ku periksa Hp ku ternyata dugaan ku benar semua pesannya di hapus. Aku mendadak salah tingkah karena takut Tyfany membalas yang tidak-tidak. Bel pulang berbunyi dan Suzy sudah menunggu di depan kelas ku. Wajah nya kelihatan seperti orang yang takut.
“kenapa kamu Zi? Tidak seperti biasanya kamu seperti ini?”Tanya ku
“maaf kan aku ya ,kemarin pagi kak El meminta nomor mu , dan aku memberikan nomor nya, maafin aku ya aku merasa bersalah banget”jawab Suzy
“iya udahlah kan nomornya juga udah di kasihin , ayo kita pulang”ajak ku
Setiba di lapang basket El mendekatiku tanpa rasa canggung. Aku heran sekali melihat El yang seperti itu kepada ku bahkan dia bertanya “sudah makan belum de?” . Suzy malah mengejeku. Aku ingin sekali bicara ke El kalau pesan yang siang tadi itu bukan dari aku tapi dari teman ku. Tapi aku takut El sakit hati atas perkataan ku.
Sepertinya aku sudah terperangkap dengan jebakan Suzy yang diam-diam ingin menyatukan aku dengan El. Tapi aku sudah mulai suka dengan El , dan aku suka cemas bila El tidak mengabariku. Sepertinya apa yang sahabat-sahabat ku bilang kini terasa oleh ku. Kini aku mulai berani untuk merasakan cinta.
Semenjak aku berhubungan dengan El aku semakin rajin latihan basket. Dan aku semakin akrab dengan anggota yang lainnya. Saking akrabnya sampai-sampai pelatih basket ku berbicara “yang awet ya hubungannya, hati-hati” aku hanya senyum-senyum karena bahagianya, sampai tidak mengartikan amanat dari pelatih ku.
Semakin hari semakin banyak orang yang beranggapan buruk tentang El , tapi aku tidak begitu percaya tentang apa yang di ucapkan orang-orang. Aku merasa sedikit kecewa atas hal itu. Apalagi anggapan bahwa El mendekatiku karena taruhan dengan teman-temannya. Rasanya aku seperti orang yang tidak berguna , cerobohnya aku langsung saja menganggap El.
Aku penasaran dengan tanggapan itu ,aku memberanikan diri untuk menanyakannya kepada Joy. Ternyata memang benar El mendekatiku karena taruhan ,Joy juga mengakui bahwa ia mengikuti taruhan itu. Aku baru sadar dengan amanat dari pelatihku , ternyata yang dikatakan ‘hati-hati” itu memang benar. Hati-hati karena El playboy , hati-hati karena dia hanya mempermainkan perasaan wanita.
Aku langsung mengakhiri hubungan ini , aku kecewa sekali. Sejak kejadian itu aku berjanji akan terus semangat latihan basket , aku akan tujukan bahwa aku kuat dan aku tidak menyesal telah mengakhiri hubungan dengannya. Di lapang aku bagaikan adik yang selalu di bela. Untuk yang ketiga kalinya aku disakiti oleh laki-laki.
Sekarang aku lebih suka menjadi aku yang dahulu ,aku yang selalu menjadi tempat curahan sahabat-sahabatku dan menjadi pendengar setia atas curahan mereka. Seperti mati rasa kepada laki-laki ,untuk mengobrol pun aku tidak mau. Sudah satu tahun lamanya aku hidup seperti ini. Tingkah laku ku menjadi agak kelaki-lakian supaya tidak ada yang bisa menyakitiku lagi.
Mati rasa ku kini agak memudar karena datangnya dia di hidupku. Aku berniat untuk memainkan perasaan laki-laki itu , tapi apa yang aku lakukan malah berbalik kepadaku. Aku malah semakin percaya kepadanya.
“sebenarnya dari dulu aku menyukai mu ,dari pertama kamu masuk basket, tapi aku baru berani bicara sekarang”ujar laki-laki itu.
Memang kata-kata lelaki tak bisa dikalahkan. Tapi aku mencoba untuk tetap tidak terbawa perasaan. Bagaimana mungkin perasaan ini sepenuhnya kepada laki-laki itu. Perasaan ku terhadap laki-laki kini tidak bimbang lagi. Meskipun aku merasa nyaman dengannya tapi aku bersikap biasa saja seperti tak mempunyai rasa yang dalam.
Aku bersyukur kepada Tuhan karena aku diberi kesempatan untuk bahagia dengan laki-laki itu. Laki-laki yang yang selalu memberi semangat dan selalu menghibur ku bernama Leo. Umur ku dengan Leo berbeda 5 tahun , tapi bagi ku umur bukan penghalang kebahagiaan. Tapi umur menjadikan kita untuk saling memahami arti kehidupan.
Setiap pertemuan selalu berujung dengan kebahagiaan. Aku memang cuek orangnya ,sampai pada suatu hari Leo menjailiku sampai aku marah kepadanya. Tapi dia malah tertawa seperti melihat hal yang lucu di muka ku ini. “aku suka kamu memarahiku, jika aku melakukan hal yang bodoh”. Satu ,dua ,tiga bulan hubungan ini berjalan dengan baik.
“yuk kita main!”ajak Leo ,biasanya dia tidak pernah mengucapkan ajakan seperti itu.
”kemana?(tanyaku heran)”
“ke rumah ku, akan ku kenalkan kamu ke Ibu ku”ucap Leo
Aku tidak langsung menjawabnya ,begitu bisu mulut ini untuk berbicara.
“aku masih sekolah!!”kata-kata yang spontan keluar dari mulutku. Aku tidak sadar dengan apa yang aku ucapkan tadi.
“HaHa iya memang kamu masih sekolah. Ibuku hanya ingin bertemu dengan kamu, supaya kamu terbiasa”ucap Leo. Rasanya muka ku berubah menjadi seperti buah tomat karena menahan malu.
“baik-baik ya hubungannya, meskipun kalian terpisahkan “ucap Ibu Leo. Aku tak mengerti maksudnya apa. Tidak terasa hubungan ku dengan Leo sudah satu tahun.
Untuk yang kedua kalinya aku main ke rumah Leo. Saat itu sebenarnya aku tidak diizinkan untuk keluar tapi aku terus memaksa ke orang tua ku kata orang tua ku jam 3 pulang. Saat aku bicara ke Leo untuk pulang, dia malah marah-marah. Tidak biasanya Leo marah seperti ini, jadi aku diam menunggu ajakan Leo.
Tapi hari semakin sore dan Leo belum juga mengantarkan aku pulang. Ibuku sudah mengirim pesan katanya “cepat pulang ,takutnya hujan”. Aku bicara ke Leo.
“leo aku pulang ya, ibuku sudah menyuruhku pulang”ujar ku
“nanti lagi biar aku antarkan ke rumah”ujar Leo
“tapi ibuku sudah mengirim pesan padaku ,biar aku pulang sendiri saja”(sambil membereskan tas)ucap ku
Tiba-tiba Leo melemparkan tas yang sedang aku bereskan, aku sangat takut melihat Leo yang marah seperti banteng mengamuk. Saat aku mengambil tas ku yang dilempar Leo ,dia langsung menarik tangan ku dengan keras dan menarik kerah bajuku hingga aku terangkat ke atas. Aku sangat sakit hati dengan perlakuannya kepada ku. Aku sungguh tidak bisa menahan air mata ku lagi. Aku menangis di hadapan Leo ,dan dia berkata kasar padaku
“gue kangen sama lu , tapi lu malah bawel pengen pulang, gue pengen ketemu lama sama lu!!!”(dengan nada suara yang tinggi dan penuh dengan emosi). Aku sungguh sakit hati dan aku spontan mengatakan”kita Putus”. Leo langsung melepaskan genggaman tangannya dari baju ku. Leo kelihatan seperti orang yang depresi ,dia malah menatap lantai dengan tatapan kosong.
Aku langsung melangkahkan kaki dari tempat itu ,tapi kaki ku di di tangkap dengan tangannya. Aku baru melihat seorang laki-laki menangis kencang di hadapan ku  sambil memagang kakiku memohon agar aku tidak memutuskan Leo. Tapi aku malah menangis sakit hati melihat Leo yang seperti itu.
Tingkahnya semakin menjadi-jadi ,dia memukul-mukuli wajahnya sampai berdarah. Aku sungguh tidak kuat melihat Leo seperti itu. “gue ga akan berhenti sampai lu ngomong kita ngga putus”ucap Leo sambil menangis kecewa karena telah berbuat kasar. Aku menghentikan tangan Leo yang terus memukuli wajahnya.
“kamu tidak usah menyakiti diri kamu sendiri , dan kamu jangan mengulanginya ke perempuan lain cukup aku yang merasakannya. Aku sudah memaafkan mu”. Aku langsung lari untuk pulang.
Aku masih tidak percaya dengan kejadian itu ,ternyata orang yang aku sayangi bisa tega berbuat kasar. Sulit menghilangkan rasa sayang ini tapi bagaimana pun juga aku harus bisa menjauhi Leo. Setiap hari Leo datang ke rumah untuk meminta maaf ,tapi aku tidak pernah menemuinya ,rasa kecewa masih berbekas di hati ku.
Ini adalah satu tahunnya hubungan ku dengan Leo, sudah beberapa bulan aku tidak mengetahui kabarnya dan sekarang Leo berpamitan untuk pergi ke luar pulau Jawa. Katanya dia pergi untuk bekerja. Begitu jauh jarak memisahkan, dia pergi meninggalkan sejuta kenangan. Ingin ku larang Leo untuk pergi tapi aku tidak berhak untuk melarangnya , karena aku bukan siapa-siapanya lagi.
Aku kini sudah bisa melupakan masa lalu itu. Dan aku bersikap sewajarnya saja. Rasa sayang itu tidak akan pernah hilang. Enam bulan setelah dia pergi dia sudah tak pernah mengabariku lagi, mungkin dia senang dengan kehidupan disana. Aku selalu berharap dia mengabaiku kembali ,tapi sungguh harapan kosong yang ku dapat.
“begitu tidak adil nasib ku Tuhan!!!”
Satu tahun lamanya Leo bekerja, dia akhirnya mengabariku dan mengajaku untuk bertemu. Aku senang dan merasa menjadi diriku sendiri. Saat bertemu Leo memberiku binatang kesukaan ku, yaitu burung hantu. Tak percaya bisa bertemu dengannya kembali. Ternyata dia sudah satu minggu yang lalu berada di Garut dan setelah dia bertemu dengan ku, besoknya dia pergi lagi untuk bekerja.
Aku tahu dia pergi lagi ,karena dia memberitahu ku lewat pesan. Rasa semangat ku hilang saat membaca pesan itu. Laki-laki yang ku sayang itu pergi tanpa mengucapkan salam perpisahan. Aku sangat sayang kepada burung hantu pemberian Leo. Hingga akhirnya aku pun hidup dengan penuh harapan. Semua kebahagiaan ku sudah hilang. Aku percaya ini jalan Tuhan atas hidup ku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar