Kamis, 17 Januari 2019

Makalah Manajemen Sarana dan Prasarana

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Pembangunan di bidang pendidikan merupakan suatu proses investasi manusia yang mempunyai peran dan fungsi yang penting dalam kerangka pembangunan nasional secara global atau menyeluruh. Pendidikan sebagai suatu sistem yang paling mempengaruhi, bergantung, berkoordinasi dan sistematis dalam mencapai tujuan pendidikan sesuai dengan apa yang diharapkan bersama menyelenggarakan proses pendidikan sebagai upaya mencerdaskan bangsa merupakan tujuan utama suatu lembaga pendidikan. Berhasil atau tidaknya suatu proses pencapaian tujuan tersebut, antara lain dipengaruhi oleh manajemen yang baik, sarana dan prasarana yang memadai, sumber daya manusia yang berkualitas dan bermutu, efektivitas pengajaran dan sebagainya.
Pengelolaan sarana dan prasarana sangat penting karena dengan adanya pengelolaan sarana prasarana yang ada di lembaga pendidikan akan terpelihara dan jelas kegunaannya. Dalam pengelolaan pihak sekolah harus dapat bertanggung jawab terhadap sarana prasarana terutama kepala sekolah yang langsung menangani tentang pengelolaan sarana prasarana tersebut. Dan pihak sekolah pun harus dapat memelihara dan memperhatikan sarana prasarana pendidikan yang sudah ada. Maka dengan diadakannya sarana prasarana siswa pun dapat belajar dengan maksimal dan seefisien mungkin. Jadi pengelolaan terhadap sarana prasarana harus lebih ditekankan lagi dalam lembaga pendidikan dan harus ada yang bertanggung jawab atas pengelolaan sarana parasarana pendidikan tersebut.
Dengan pengelolaan sarana prasarana kepala sekolah dapat merencanakan dan mendata apa saja sarana dan prasarana yang harus digunakan dalam sekolah tersebut. Jika semua langkah-langkah pengelolaan telah berjalan dengan baik seperti yang diharapkan maka akan berdampak positif terhadap siswa-siswa dalam proses belajar mengajar agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara efektif dan efisien, maka para penylenggara pendidikan baik pemerintah, kepala sekolah, guru, personel sekolah yang lain, maupun masyarakat perlu berusaha untuk terus menerus meningkatkan kualitas pendidikan sesuai dengan tuntutan zaman.

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dijelaskan, maka penulis merumuskan beberapa rumusan masalah sebagai berikut:
Apa pengertian manajemen sarana dan prasarana sekolah?
Apa saja ruang lingkup manajemen sarana dan prasarana?
Bagaimana prosedur pengadaan sarana dan prasarana serta implementasinya?
Bagaimana pengaturan dan penggunaan sarana dan prasarana?
Bagaimana tata cara penghapusan barang/sarana dan prasarana?

Tujuan
Berdasarkan perumusan masalah di atas, maka makalah ini bertujuan untuk, sebagai berikut:
Mengetahui pengertian manajemen sarana dan prasarana sekolah
Mengetahui ruang lingkup manajemen sarana dan prasarana
Mengetahui prosedur pengadaan sarana dan prasarana
Mengetahi pengaturan dan penggunaan sarana dan prasarana
Mengetahui tata cara penghapusan barang/sarana dan prasarana.












BAB II
PEMBAHASAN
Pengertian Manajemen Sarana dan Prasarana Sekolah
Menurut Fattah (dalam Minarti, 2012, hlm. 248) manajemen merupakan seni untuk melaksanakan pekerjaan melalui orang-orang untuk mencapai tujuan yang telah disepakati. Berdasarkan riil, manajemen mampu mencapai tujuan organisasi dengan cara mengatur orang lain. Adapun fungsi manajemen diantaranya adalah planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), actuating (pelaksanaan), dan controlling (pengawasan).
Mulyasa (dalam Minarti, 2012, hlm. 252) mengemukakan bahwa sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dipergunakan dan menunjang proses pendidikan, khususnya proses belajar mengajar, seperti gedung, ruang kelas, meja, kursi, serta alat-alat dan media pengajaran. Sedangkan yang dimaksud dengan prasarana pendidikan adalah fasilitas yang secara tidak langsung menunjang jalannya proses pendidikan, seperti halaman, kebun, taman, dan sekolah, tetapi jika dimanfaatkan secara langsung untuk proses belajar mengajar, seperti taman sekolah untuk pengajaran biologi, halaman sekolah sebagai lapangan olahraga, komponen tersebut sebagai sarana pendidikan. Sarana dan prasarana pendidikan juga sering disebut dengan fasilitas atau perlengkapan sekolah.
Manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja dan bersungguh-sungguh serta pembinaan secara kontinu terhadap benda-benda pendidikan, agar senantiasa siap pakai dalam PBM (Mulyono, 2009, hlm.184). Menurut Rohiat (2012, hlm. 26) manajemen sarana dan prasarana adalah kegiatan yang mengatur untuk mempersiapkan segala perlatan/material bagi terselenggaranya proses pendidikan di sekolah. Manajemen sarana dan prasarana merupakan keseluruhan proses perencanaan pengadaan, pendayagunaan, dan pengawasan sarana dan prasarana yang digunakan agar tujuan pendidikan di sekolah dapat tercapai dengan efektif dan efisien.
Begitu urgennya sarana dan prasarana dalam lembaga pendidikan dalam menunjang keberhasilan organisasi pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan, menjadi sarana dan prasarana menjadi satu bagian dari manajemen yang ada di lembaga pendidikan. Bisa saja diklaim bahwa sarana dan prasarana pendidikan merupakan salah satu sumber daya yang penting dan utama dalam menunjang proses pembelajaran di sekolah. Untuk itu, perlu dilakukan peningkatan dalam pendayagunaan dan pengelolaannya agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai. Pada tataran ini, Mulyasa mengatakan bahwa manajemen sarana dan prasarana pendidikan bertugas mengatur dan menjaga sarana dan prasarana pendidikan agar dapat memberikan kontribusi secara optimal dan berarti pada jalannya proses pendidikan.
Pada dasarnya manajemen sarana dan prasarana pendidikan memiliki beberapa prinsip dan tujuan yang harus diketahui yaitu sebagai berikut:
1.      Tujuan sarana dan prasarana
a. Menciptakan sekolah atau madrasah yang bersih, rapi, indah, sehingga menyenangkan bagi warga sekolah atau madrasah.
b. Tersedianya sarana dan prasarana yang memadai baik secara kuantitatis maupun kualitatif dan relevan dengan kepentingan pendidikan.
Bafadal menjelaskan secara rinci tentang tujuan manajemen sarana dan prasarana pendidikan sebagai berikut:
a. Untuk mengupayakan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan melalui sistem perencanaan dan pengadaan secara hati-hati dan seksama, sehingga sekolah atau madrasah memiliki sarana dan prasarana yang baik sesuai dengan kebutuhan dana yang efisien.
b. Untuk mengupayakan pemakaian sarana dan prasarana sekolah itu harus tepat dan efisien.
c. Untuk mengupayakan pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan secara teliti dan tepat, sehingga keberadaan sarana dan prasarana tersebut akan selalu dalam keadaan siap pakai ketika akan digunakan atau diperlukan
Jadi, tujuan dari manajemen sarana dan prasarana pendidikan yaitu agar dapat memberikan kontribusi yang optimal dan profesional (yang berkaitan dengan sarana dan prasarana) terhadap proses pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
2.      Prinsip-prinsip manajemen sarana dan prasarana pendidikan
Dalam mengelola sarana dan prasarana pendidikan, terdapat beberapa prinsip yang perlu diperhatikan agar tujuan bisa tercapai dengan maksimal. Prinsip-prinsip tersebut menurut Bafadal adalah:
a. Prinsip pencapaian tujuan, yaitu sarana dan prasarana pendidikan di sekolah harus selalu dalam kondisi siap pakai apabila akan didayagunakan oleh personil sekolah dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran di sekolah.
b. Prinsip efisiensi, yaitu pengadaan sarana dan prasarana di sekolah harus dilakukan melalui perencanaan yang seksama, sehingga dapat diadakan sarana dan prasarana pendidikan yang baik dengan harga yang murah. Demikian juga pemakaiannya harus dengan hati-hati sehingga mengurangi pemborosan.
c. Prinsip administratif, yaitu manajemen sarana dan prasarana pendidikan di sekolah harus selalu memperhatikan UU, peraturan, instruksi, dan petunjuk teknis yang diberlakukan oleh pihak yang berwenang.
d. Prinsip kejelasan tanggung jawab, yaitu manajemen sarana dan prasarana pendidikan di sekolah harus didelegasikan kepada personel sekolah yang mampu bertanggung jawab, apabila melibatkan banyak personel sekolah dalam manajemennya, maka perlu adanya deskripsi tugas dan tanggung jawab yang jelas untuk tiap personel sekolah.
e. Prinsip kekohesifan, yaitu manajemen sarana dan prasarana pendidikan di sekolah harus direalisasikan dalam bentuk proses kerja sekolah yang sangat kompak.
Ruang Lingkup Manajemen Sarana dan Prasarana
Ruang lingkup manajemen sarana dan prasarana, meliputi :
Perencanaan
           Tahap pertama dari manajemen sarana dan prasarana adalah perencanaan yang sekaligus merupakan dari langkah pengadaan. Pengadaan sarana dan prasarana tidaklah semudah pengadaan meja dan kursi yang hanya mempertimbangkan selera dan dana yang tersedia. Proses pengadaan sarana dan prasarana diperlukan pengadaan pertimbangan yang lebih banyak dan semuanya harus bersifat edukatif (Arikunto dan Yuliana, 2008 : 275).
Pengadaan
      Berkenaan dengan pengadaan sarana dan prasarana, ada tiga hal yang perlu dipahami.
Pertama, bahwa pengadaan sarana dan prasarana harus melalui perencanaan yang hati-hati.
Kedua, bahwa banyak cara dalam pengadaan sarana dan prasarana. Ketiga, bahwa pengadaan sarana dan prasarana harus diadministrasikan dengan tertib, sehingga semua pegeluaran uang yang berkenaan dengan pengadaan sarana dan prasarana itu dapat dipertanggungjawabkan
Pengaturan
      Sehubungan dengan pengaturan dan pengadaan sarana dan prasarana, maka sarana dan prasarana dapat dibedakan menjadi dua kategori yaitu:
1)    Alat yang langsung digunakan dalam kegiatan.
2)   Alat-alat yang tidak langsung terlibat dalam kegiatan.
      Langkah awal pengaturan yang dilakukan sebelum sarana dan prasarana digunakan meliputi:
1)   Memberikan identitas pada sarana dan prasarana dengan nomor dan kode tertentu untuk jenis tertentu
2)   Pencatatan alat ke dalam buku inventaris.
3)   Penempatan sarana dan prasarana pembelajaran secara tepat.
4. Penggunaan sarana dan prasarana
      Sarana dan prasarana digunakan sebagai media untuk membantu mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh suatu lembaga.
Cara-cara Pengadaan Sarana dan Prasarana Sekolah
Ada beberapa alternatif cara dalam pengadaan sarana dan prasarana pendidikan persekolahan. Beberapa alternatif cara pengadaan sarana dan prasarana pendidikan persekolahan tersebut adalah sebagai berikut.
Pembelian
Pembelian adalah merupakan cara pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan persekolahan dengan jalan sekolah membayar sejumlah uang tertentu kepada penjual atau supplier untuk mendapatkan sejumlah sarana dan prasarana sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak. Pembelian dilakukan apabila anggarannya tersedia, seperti pembelian meja, kursi, bangku, lemari, papan tulis, wireless, dan sebagainya. Pengadaan sarana dan prasarana dengan cara pembelian ini merupakan salah satu cara yang dominan dilakukan sekolah dewasa ini.
Pembuatan Sendiri
Pembuatan sendiri merupakan cara pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan persekolahan dengan jalan membuat sendiri yang biasanya dilakukan oleh guru, siswa, atau pegawai. Pemilihan cara ini harus mempertimbangkan tingkat efektifitas dan efesiensinya apabila dibandingkan dengan cara pengadaan sarana dan prasarana pendidikan yang lain. Pembuatan sendiri biasanya dilakukan terhadap sarana dan prasarana pendidikan yang sifatnya sederhana dan murah, misalnya alat-alat peraga yang dibuat oleh guru atau murid.
Penerimaan Hibah atau Bantuan
Penerimaan hibah atau bantuan yaitu merupakan cara pemenuhan sarana dan prasaran pendidikan persekolahan dengan jalan pemberian secara cuma-cuma dari pihak lain. Penerimaan hibah atau bantuan harus dilakukan dengan membuat berita acara.
Penyewaan
Yang dimaksud dengan penyewaan adalah cara pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan persekolahan dengan jalan pemanfaatan sementara barang milik pihak lain untuk kepentingan sekolah dengan cara membayar berdasarkan perjanjian sewa-menyewa. Pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan dengan cara ini hendaknya dilakukan apabila kebutuhan sarana dan prasarana bersifat sementara dan temporer.
Pinjaman
Yaitu penggunaan barang secara cuma-cuma untuk sementara waktu dari pihak lain untuk kepentingan sekolah berdasarkan perjanjian pinjam meminjam. Pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan dengan cara ini hendaknya dilakukan apabila kebutuhan sarana dan prasarana bersifat sementara dan temporer dan harus mempertimbangkan citra baik sekolah yang bersangkutan.



Pendaurulanga
Yaitu pengadaan sarana dan prasarana pendidikan dengan cara memanfaatkan barang yang sudah tidak terpakai menjadi barang yang berguna untuk kepentingan sekolah.
Penukaran
Penukaran merupakan cara pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan dengan jalan menukarkan sarana dan prasarana yang dimiliki dengan sarana dan prasarana yang dibutuhkan organisasi atau instansi lain. Pemilihan cara pengadaan sarana dan prasarana jenis ini harus mempertimbangkan adanya saling menguntungkan di antara kedua belah pihak, dan sarana/prasarana yang dipertukarkan harus merupakan sarana dan prasarana yang sifatnya berlebihan atau dipandang dan dinilai sudah tidak berdaya guna lagi.
Perbaikan atau Rekondisi
Perbaikan merupakan cara pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan dengan jalan memperbaiki sarana dan prasarana yang telah mengalami kerusakan, baik dengan perbaikan satu unit sarana dan prasarana maupun dengan jalan penukaran instrumen yang baik di antara instrumen sarana dan prasarana yang rusak sehingga instrumen-instrumen yang baik tersebut dapat disatukan dalam satu unit atau beberapa unit, dan pada akhirnya satu atau beberapa unit sarana dan prasarana tersebut dapat dioperasikan atau difungsikan.
Prosedur Pengadaan Sarana dan Prasarana Pendidikan dan Implementasinya
Prosedur pengadaan barang dan jasa harus mengacu kepada Kepres No. 80 tahun 2003 yang telah disempurnakan dengan Permen No. 24 tahun 2007. Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah umumnya melalui prosedur sebagai berikut:
Menganalisis kebutuhan dan fungsi sarana dan prasarana.
Mengklasifikasikan sarana dan prasarana yang dibutuhkan.
Membuat proposal pengadaan sarana dan prasarana yang ditujuakan kepada pemerintah bagi sekolah negeri dan pihak yayasan bagi sekolah swasta.
Bila disetujui maka akan ditinjau dan dinilai kelayakannya untuk mendapat persetujuan dari pihak yang dituju.
Setelah dikunjungi dan disetujui maka sarana dan prasarana akan dikirim ke sekolah yang mengajukan permohonan pengadaan sarana dan prasarana tersebut.
Contoh Implementasinya:
Sekolah melakukan analisis kebutuhan, kemudian mengklasifikasikan dan membuat proposal yang ditujukan ke Pemerintah melalui Dinas Tingkat II. Bila disetujui maka akan ditinjau dan dinilai kelayakannya untuk mendapat persetujuan dari pihak yang dituju. Apabila sudah disetujui biasanya dinas mengirim barang tersebut dengan sendirinya (dikirim dari Dinas Pendidikan Tk. II). Biasanya Dinas Pendidikan Tk. II mengirim barang tersebut sesuai dengan laporan bulanan/berkala yang dibuat oleh sekolah untuk KASI, namun untuk saat ini kadang sekolah mendapat blangko daftar isian.
Pengadaan daftar isian pengadaan barang yang dibutuhkan sekolah terutama barang atau sarana dan prasarana yang menunjang proses belajar mengajar seperti buku pedoman, buku pelajaran. Setelah itu blangko dikirim kembali ke Dinas Pendidikan Tk. II kemudian jika barang ada maka dengan cepat dikirim ke sekolah begitu juga dengan alat peraga. Sedangkan sarana dan prasarana seperti perabot (meja, kursi, lemari, dan bangku) dikirim langsung dari Pemerintah Pusat untuk beberapa tahun sekali. Biasanya ada seorang guru yang ditunjuk khusus oleh Kepala Sekolah atau Dinas Tk. II melalui pelatihan atau lokakarya. Selain bamtuan dari Pemerintah sekolahpun kadang-kadang mengadakan dana swadaya dari masyarakat atau komite sekolah atau ada lembaga yang menyerahkan bantuan berupa buku tulis atau seragam siswa.
Pengaturan dan Penggunaan Sarana dan Prasarana
Pengaturan dan penggunaan sarana merupakan dua kegiatan yang tidak dapat dipisahkan karena dilaksanakan silih berganti. Sehubungan dengan hal itu, maka sarana dapat dibedakan menjadi dua kategori :
Alat yang langsung digunakan dalam proses belajar mengajar.
Misalnya : alat pelajaran, alat peraga, media pendidikan.
Alat yang tidak langsung terlibat dalam proses belajar mengajar.
Misalnya : bangunan sekolah, meja guru, perabot kantor tata usaha, WC, dll.
Pengaturan yang dilakukan sebelum alat-alat digunakan disebut pengaturan awal, yang meliputi :
Memberikan identitas, yaitu nomor inventaris dengan kode tertentu untuk jenis tertentu.
Pencatatan alat ke dalam buku daftar inventaris.
Yang dimaksud dengan buku inventaris adalah buku yang digunakan untuk mencatan daftar kekayaan, dalam hal ini kekayaan sekolah. Dengan adanya buku inventaris maka akan mempermudah pengontrolan dan pengecekan kembali sewaktu-waktu.
Buku inventaris berisi kolom-kolom untuk mencatat hal-hal berikut : nomor urut, nama alat atau bahan ( sebaiknya terpisah ), ukuran, jumlah sekarang dan keterangan.
Penempatan alat ke dalam ruang atau almari yang sudah diberikan kode. Untuk sekolah yang besar yang memiliki banyak alat, pemisahan didasarkan atas penempatan dalam almari. Tetapi jika alat-alatnya hanya sedikit, pemisahan dilakukan atas rak-rak saja, misalnya rak alat IPA, rak alat matematika dan sebagainya.
Sesudah dilakukan pengaturan awal, maka selanjutnya alat-alat ataupun sarana lain sudah siap untuk digunakan. Penggunaan alat dipengaruhi 4 faktor yaitu :
Banyaknya alat untuk tiap macam
Banyaknya kelas
Banyaknya siswa dalam tiap kelas
Banyaknya ruangan atau lokal yang ada di sekolah itu
Dengan mengingat beberapa faktor di atas serta pola pengaturan alat pelajaran (sentralisasi atau disentralisasi) maka secara umum dapat diatur sebagai berikut :
Alat pelajaran untuk kelas tertentu. Ada kalanya sesuatu alat hanya dipergunakan untuk kelas tertentu sesuai dengan meteri kurikulum, jika banyaknya alat untuk mencukupi banyaknya kelas, maka sebaiknya alat-alat tersebut disimpan di kelas agar mempermudah penggunaan.
Alat pelajaran untuk beberapa kelas
Apabila banyaknya alat terbatas, padahal yang membutuhkan lebih dari satu kelas, maka alat-alat tersebut terpaksa digunakan bersama-sama secara bergantian. Kemudian pengaturannya adalah :
Alat pelajaran yang diangkut yang diangkut ke kelas yang membutuhkan secara bergantian.
Alat pelajaran tersebut disimpan disuatu ruangan dan guru mengajak siswa mendatangi ruangan itu (sistem laboratorium)
Alat pelajaran untuk semua siswa
Penggunaan alat pelajaran untuk semua kelas dapat dilakkukan dengan membawa ke kelas yang membutuhkan secara bergantian atau siswa yang akan menggunakan mendatangi ruangan tertentu. Dua sistem yaitu mendatangkan alat ke kelas atau mendatangkan siswa ke ruang alat ada kebaikan dan keburukannya. Alat didatangkan ke kelas terjadi kelas tetap, dan ke siswa mendatangi ruangan-ruangan terjadi kelas berjalan (kelas adalah sekelompok anak yang dalam waktu yang sama, di bawah bimbingan seorang guru.
   Setelah alat-alat pelajaran digunakan maka kegiatan selanjutnya adalah pengaturan kembali.yang perlu ditekankan disini adalah bahwa anak-anak harus diberi kesempatan untuk melaksanakan pengaturan kembali terhadap alat-alat yang mereka gunakan. Yang lebih awal dari itu adalah anak-anak harus diberi tahu dan diawasi bagaimana menggunakan perabotan sekolah. Banyak sekali ketahanan perabot sekolah tergantung dari cara menggunakannya. Mengikutsertakan anak ke dalam pemeliharaan dan pengaturan kembali mempunyai sekurang-kurangnya 3 manfaat, yaitu :
Melatih anak untuk bertanggung jawab terhadap barang-barang yang mereka gunakan.
Mendidik anak untuk merasa ikut memiliki barang-barang sekolah
Anak-anak menjadi lebih paham akan seluk beluk alat-alat yang mereka pergunakan.






Penghapusan Barang/Sarana dan Prasarana
Pengertian Penghapusan Sarana Prasana Kantor
       Suatu kegiatan yang dilakukan untuk menghilangkan atau memusnahkan barang dari daftar inventaris sarpras kantor karena barang tidak layak pakai dan sudah tidak memiliki nilai gunas dimana biaya pemeliharaan dari sarpras kantor lebih besar dari biaya penghapusan sarpras kantor yang dilakukan oleh tim penghapusan / orang yang ditunjuk berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang memiliki tujuan umum untuk membebaskan ruang dari penumpukkan barang.
Tujuan Penghapusan Sarana dan Prasarana
Penghapusan sarana dan prasarana pendidikan memiliki tujuan :
a. Mencegah dan membatasi kerugian ataupun pemborosan biaya pemeliharaan
b. Meringankan beban kerja pelaksanaan inventaris
c. Membebaskan ruang dari penumpukan barang
d. Membebaskan barang dan tanggung jawab pekerja
Syarat-syarat Penghapusan Sarana dan Prasarana
a.   Keadaan barang dalam rusak berat sehingga tidak dapat diperbaiki atau digunakan lagi
b.   Kegunaan tidak seimbang dengan pemeliharaan
c.   Tidak sesuai lagi dengan kebutuhan saat ini
d.   Terlalu lama disimpan sehingga mengakibatkan kerusakan
e.   Penyusutan barang diluar kekuasaan pengurus
f.    Apabila dilakukan pebaikan, akan menelan biaya yang besar
g.   Barang yang secara teknis dan ekonomis kegunaannya tidak seimbang dengan biaya 
      pemeliharaa
h.   Terjadi penyusutan diluar kekuasaan
i.    Barang-barang tersebut sudah tidak mutahir lagi
j.    Hilang akibat susut diluar kekuasaan pengurus barang
k.   Musnah akibat bencana alam
l.    Merupakan kelebihan persediaan
m.  Hilang akibat pencurian
Pelaksanaan Penghapusan Sarana dan Prasarana
Pelaksanaan penghapusan barang inventaris di tiap instansi dari pusat sampai daerah pada tiap permulaan tahun anggaran dilakukan oleh panitia Peneliti/Penghapusan barang inventaris, dengan keputusan Unit Utama masing-masing mewakili unsur keuangan, perlengkapan dan bidang teknis. Panitia penghapusan barang inventaris tersebut bertugas untuk meneliti, menilai barang-barang yang ada dan perlu dihapuskan, membuat berita acara, melaksanakan penghapusan sampai melelang atau memusnahkan barang-barang inventaris tersebut.
Jenis-jenis Penghapusan Sarana dan Prasarana
Dalam pelaksanaan penghapusan dikenal dua jenis, yaitu penghapusan melalui lelang dan penghapusan melalui pemusnahan.
Penghapusan barang inventaris dengan lelang
            Menghapus dengan menjual barang-barang melalui kantor Lelang negara.
Penghapusan barang inventaris dengan pemusnahan
Penghapusan barang inventaris dilakukan dengan memperhitungkan faktor-faktor pemusnahan ditinjau dari segi uang. Oleh karena itu pemusnahan dibuat dengan perencanaan yang matang dan dibuat surat pemberitahuan kepada atasan dengan menyebutkan barang-barang apa saja yang hendak disingkirkan
Prosesnya adalah sebagai berikut:
Pembentukan panitia penghapusan oleh pimpinan Unit Utama
Sebelum barang dihapuskan perlu dilakukan pemilihan barangyang dilakukan setiap tahun bersamaan dengan waktu memperkirakan kebutuhan.
Panitia melakukan penelitian barang yang akan dihapus
Panitia membuat berita acara
Setelah mengadakan penelitian secukupnya barang-barang yang diusulkan untuk dihapus sesuai Surat Keputusan dengan disaksikan oleh pejabat pemerintah daerah setempat dan atau kepolisian, pemusnahannya dilakukan oleh unit kerja yang bersangkutan, tata cara pemusnahannya yaitu dengan cara dibakar, dikubur, dsb
Menyampaikan berita acara ke atasan/ Menteri sehingga dikeluarkan keputusan penghapusan
Jika barang itu dimusnahkan, pimpinan unit utama membentuk dan menugaskan panitia untuk melaksanakan pemusanahan yang harus disaksikan oleh Pemda setempat.
Tata Cara Penghapusan Sarana dan Prasarana Pendidikan Persekolahan
Tata Cara Penghapusan Sarana dan Prasarana Pendidikan Persekolahan  AsikBelajar.Com.Tata Cara Penghapusan Sarana dan prasarana
Penghapusan sarana dan prasarana yang rusak berat, tua dan berlebih, prosesnya adalah sebagai berikut;.
Pengurus barang menyusun daftar barang yang akan dihapus, yang berisi nomor urut, nomor kode barang, nama barang, merk/tipe, tahun pembuatan, harga satuan dan kondisi barang (rusak berat atau tua).
Kepala Sekolah mengusulkan penghapusan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota setempat yang dilampiri daftar barang.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota meneruskan usul tersebut kepada ka. Dinas Pendidikan c.q. Bagian Perlengkapan.
Pembentukan panitia penghapusan oleh Kepala Dinas Pendidikan.
Panitia meneliti barang-barang yang akan dihapus.
Panitia membuat Berita Acara Penelitian.
Kepala Dinas Pendidikan mengusulkan kepada Sekertaris Jenderal Depdiknas c.q. Biro Perlengkapan.
Menteri Pendidikan Nasional mengeluarkan Keputusan Penghapusan dengan catatan dilelang atau dimusnahkan.
Kalau dilelang, Dinas Pendidikan membentuk Panitia Pelelangan;
Panitia pelelangan meminta bantuan Kantor Lelang Negara setempat untuk melelang barang yang dihapus.
Penjualan melalui Kantor Lelang Negara dan hasilnya disetorkan ke Ksa Negara setempat.
Pejabat Kantor Lelang Negara membuat risalah lelang berikut bukti setoran hasil lelang kepada Sesjen Depdiknas.
j.    Bila barang itu dimusnahkan, Kepala Dinas Pendidikan membentuk Panitia Pemusnahan.
k.    Barang yang telah dihapus, dikeluarkan dari buku induk dan buku golongan barang inventaris sekolah.
2.    Penghapusan gedung kantor/sekolah yang rusak berat.
a. Kepala Sekolah mengusulkan penghapusan kepada Kepala Dinas Pendidikan melalui Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
b. Pembentukan Panitia Penghapusan pada Dinas Pendidikan setempat dengan menyertakan unsur pelaksana teknis dari Dinas PU setempat.
c. Panitia meneliti gedung yang akan dihapuskan dan membuat Berita Acara Penelitian.
d. Kepala Dinas Pendidikan Propinsi mengusulkan penghapusan gedung sekolah kepada Sekretaris Jenderal Depdiknas c.q. Biro Perlengkapan.
e. Biro Perlengkapan mengadakan penelitian dan melaporkan hasil penelitiannya kepada Sekretaris Jenderal.
f. Sekretaris Jenderal Depdiknas mengajukan permohonan izin penghapusan kepada Menteri Keuangan.
g. Menteri Keuangan mengeluarkan izin tertulis penghapusan/ pembongkaran gedung sekolah.
h. Berdasarkan izin tertulis dari Menteri Keuangan, Menteri pendidikan Nasional menerbitkan SK Penghapusan, dengan catatan agar bangunan gedung tersebut dilelang atau dimusnahkan.
3.    Penghapusan barang yang dicuri, hilang terbakar
a. Pengurus barang melaporkan kejadian-kejadian (kecurian, kehilangan, atau kebakaran)kepada Kepala Sekolah.
b.    Kepala Sekolah mengadakan penyidikan dan membuat Berita Acara.
c. Kepala Sekolah melaporkan kejadian kepada pihak Kepolisian setempat disertai pembuatan Berita Acara.
d.   Kepala sekolah melaporkan kejadian kepada Dinas Pendidikan Propinsi melalui Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dilampiri Berita Acara dari pihak Kepolisian.
e.   Kepala Dinas Pendidikan Propinsi melaporkan kejadian kepada Sekretaris Jenderal c.q. Biro Perlengkapan dengan melampirkan Berita Acara Penyidikan dan Berita Acara/Laporan Kepolisian.
f.   Biro Perlengkapan meneliti laporan dan meneruskan kepada BPK, Menteri Keuangan, dan Panitia Tuntutan Ganti Rugi (PTGR).
g.  Panitia Tuntutan Ganti Rugi meneliti masalah tersebut, kalau terbukti kecurian atau kehilangan disebabkan atas kelalaian petugas, maka setelah mendapat pertimbangan BPK, petugas yang bersangkutan dikenakan tuntutan ganti rugi.
h. Surat Keputusan Ganti Rugi dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan Nasional setelah pembayaran cicilan lunas atas persetujuan Menteri Keuangan.
i. Kemudian barang tersebut dihapuskan dari Buku Induk dan Buku Golongan Barang Inventari.
4. Penghapusan sarana dan prasarana karena bencana alam. Tata caranya disamakan saja dengan penghapusan sarana dan prasarana yang rusak atau tua, hanya yang perlu ditambahkan adalah SK dari Pemda, yaitu serendah-rendahnya Bupati yang menyatakan bahwa daerah tersebut telah terjadi bencana alam.
BAB III
PENUTUP











DAFTAR PUSTAKA

https://samplingkuliah.blogspot.com/2017/04/manajemen-sarana-dan-prasarana.html?m=1
https://bismanku.blogspot.com/2016/12/ruang-lingkup-manajement-sarana.html?m=1
https://asikbelajar.com/hakikat-cara-dan-prosedur-pengadaan-sarana-prasarana-implementasi/
https://www.google.com/amp/s/chasynieya.wordpress.com/2012/06/06/pengaturan-dan-penggunaan-sarana-pendidikan/amp/
http://zakiyahulfa.blogspot.com/2016/01/penghapusan-sarana-dan-prasana-kantor.html?m=1
https://asikbelajar.com/tata-cara-penghapusan-sarana-prasarana-persekolahan/

Senin, 17 Desember 2018

Kehilangan (Cerpen)



Sang surya yang mulai terbit begitu indah ,menerangi bumi , memberikan cahaya kehidupan dan menenangkan jiwa. Ketika sang surya mulai terbenam ,hari begitu tak berwarna ,bagaikan tak ada kehidupan di dunia. Hanya keajaiban Tuhan lah sang surya akan kembali.
Kisah ku di mulai saat ku menginjak SMA ¸aku mempunyai 3 sahabat yang begitu dekat . mereka bernama Hyuna ,Tyfani dan Bora. Mereka sudah mempunyai pacar , hanya aku yang belum mempunyai pacar. Hyuna sudah berpacaran dengan Panji sejak SMP , mereka memang sangat cocok. Panji itu orang nya sangat pemalu ,apalagi jika kami sedang berkumpul Panji hanya senyum-senyum melihat tingkah kami. Meskipun mereka sudah lama berpacaran tapi mereka masih kekanak-kanakan. Hyuna selalu bilang pada ku tentang hubungan nya dengan Panji yang semakin renggang.
Tyfani yang suka dengan K-pop selalu berhayal bisa bertemu dengan idolanya bahkan dia selalu berbicara yang aneh-aneh. Dan dia berbicara kepadaku “aku hanya ingin berpacaran dengan orang Korea ,apalagi dengan Sehun yang tampan itu”. Aku terkadang suka kesal dengan omongannya itu , tapi bagaimana pun dia adalah sahabat ku. Di kelas kami ada seorang laki-laki yang mirip orang Korea. Dia bernama Syahrul. Aku ,Hyuna ,dan Bora selalu mengejek Tyfani karena khayalannya itu yang terlalu tinggi. Tapi Tyfani tetap saja mengkhayalkan idolanya itu.
Setiap bel masuk kelas , aku selalu mengejek Tyfani dengan ucapan “pagi Syahrul” tapi Tyfani malah marah-marah saat aku mengucapkan kata Syahrul .”kenapa kamu mendadak marah begitu?”ucap ku. Aku tidak suka saja kamu menyebut-nyebutkan nama itu. “loh , kenapa ? padahal kan Syahrul itu tampan seperti orang Korea , hahaha lagian kamu cocok kok sama Syahrul” ujar ku. “Apa? (terkejut) cocok kamu bilang?? Iewwww banget deh aku suka sama si cowok itu (sambil melirik ke Syahrul). Aku tidak kuat menahan tawa saat Tyfani bicara seperti itu.
Setiap istirahat aku ,Hyuna ,dan Bora selalu menukarkan pensil milik Tyfani dengan pensil milik Syahrul. Aku suka dengan marahnya Tyfani itu , karena apabila dia marah mukanya menjadi merah seperti buah tomat. Beberapa hari dari kejadian saat aku menukarkan pensil Tyfani dengan Syahrul , Tyfani mengakui kepadaku kalau ternyata Tyfani mulai menyukai Syahrul. Aku terkejut dan tak menyangka dia mengucapkan itu.
Sahabat ku yang satu ini cerewetnya tidak terkalahkan ,suaranya yang seperti anak tikus itu membuat sekelas menjadi terganggu. Aku tak bisa menahan tawaku saat Bora di ejek oleh teman-teman Syahrul. Bora mempunyai pacar bernama Boy , kelasnya bersebelahan jadi Bora selalu cari-cari perhatian kepada Boy. Jujur saja aku kurang setuju dengan Boy , karena menurutku Boy itu seperti lelaki yang memanfaatkan Bora saja. Aku kasiah kepada Bora yang terus dibohongi oleh Boy. Tapi Bora masih saja mempertahankan lelaki itu , hingga akhirnya Bora diselingkuhi oleh nya.
Aku baru melihat Bora menangis sakit hati karena laki-laki yang tidak baik itu. Memang Bora mempunyai banyak pacar tapi baru kali ini Bora menangis seperti ditinggalkan oleh siapa saja. Akhirnya aku ,Hyuna ,dan Tyfani menemui Boy tanpa sepengetahuan Bora. Aku sangat kesal sehingga aku emosi dan memarahi Boy habis-habisan. Boy hanya diam seperti tak bersalah.
Tiba-tiba Bora datang , dan menghentikan ku memarahi Boy. “sudahlah , kamu tidak usah membantuku dengan memarahi laki-laki itu , karena percuma saja dia tidak akan mendengarnya” ujar Bora. Aku pun pulang dan aku berfikir kenapa laki-laki bisa menduakan wanita? Apa tidak cinta atau hanya memainkan perasaan wanita?
Mungkin aku belum tau apa itu alasannya , karena hanya aku diantara Hyuna, Bora ,dan Tyfani yang belum merasakan cinta. Memang sejak SMP aku sudah berpacaran tapi rasanya beda dengan apa yang aku lihat dan aku rasakan dengan curhatan sahabatku. Tapi aku tidak sanggup kalau merasakan sakit untuk yang kedua kalinya. Bagiku cinta itu hanya kesenangan sesaat .
Sekarang di sekolah yang menjadi bahan bulyan adalah aku. Karena aku tidak pernah bercerita tentang laki-laki. Hyuna ,Bora ,dan Tyfani tak puas-puasnya mengejeku ,aku hanya tertawa karena aku menganggapnya bercanda saja. “aku sekarang sudah tidak menangisi Boy lagi , dan Hyuna sekarang semakin awet saja dengan Panji , terus Tyfani kan baru jadian sama Syahrul , lantas kamu dengan siapa??”ujar Bora.
Aku tak menjawab apa-apa , jujur aku merasa iri dengan sahabatku yang setiap harinya menceritakan lelakinya itu dengan penuh canda tawa ,hari-harinya tak pernah sepi karena selalu di temani atau dikabari oleh lelakinya. Aku sungguh iri kepada mereka , tapi hati keciku berbicara “TIDAK”. Aku dikagetkan dengan suara Bora yang seperti anak tikus itu. “kenapa bengong?”ujar Tyfani
“apa kamu mau aku carikan lelaki untuk kamu?”timpa Bora
“ya sudah dengan teman SMP ku saja , dia ganteng kok”ujar Hyuna
“lebih baik kamu dengan saudaranya Syahrul saja ,coba aja bayangin pasti bakalan ganteng deh kan Syahrul nya juga ganteng(gaya alay)”ujar Tyfany
“Apaan si kalian ini? Memang nya aku sedang kontes mencari pasangan apa?”ujar ku. “HaHaHa”semuanya tertawa.
Ketika kami sedang tertawa ,tiba-tiba temanku Suzy mengajak ku pulang. Kami memang tidak sekelas dan berbeda jurusan ,tapi kami saling mengenal karena arah rumah kami yang bersamaan. Kami sangat dekat sekali bahkan Suzy selalu main ke rumah ku. Dia sama saja dengan Tyfany selalu mebicarakan tentang K-pop ,meskipun Suzy gila Korea tapi dia mempunyai pacar.
Sudah tidak aneh apabila pulang bareng dengan Suzy , dia selalu mengajaku ke suatu tempat. Aku sudah tahu apa yang akan dibicarakan Suzy , pasti tidak jauh dari K-pop dan tentang pacarnya. Suzy mengajak ku ke taman untuk mengobrol ,di taman begitu ramai. Aku memang suka tempat yang ramai.
Saat aku sudah sampai di taman ,Suzy mengajaku duduk di dekat orang-orang yang sedang latihan basket. “dilihat-lihat seru juga ya bermain basket ,aku jadi tertarik untuk mengikutinya”ajak Suzy. “apa ikut basket? Sejak kapan kamu suka olahraga Zi?lagian kita kan pulang sekolah selalu sore!”jawab ku.
“iya aku tertarik aja ,keliatannya seru kok sekalian aku diet hehe”ujar Suzy
“ah dasar ,hahaha”jawab ku. Suzy tiba-tiba berdiri “mau kemana kamu?”Tanya ku.
Aku seperti melihat teman ku ,sebentar aku lihat dulu. Lalu Suzy dan temannya itu mengahamipiri aku. “(bingung)loh Wendy”ujar ku.
“ternyata kalian sudah saling mengenal rupanya”ujar Suzy
“iya ,Wendy ini teman SD aku dulu”jawab ku
“Wen , aku mau gabung tim kamu dong ,boleh ya ya(sambil manja)”ujar Suzy
“ihh ngga ngga kok Wen ,Suzy tadi cuman bercanda aja”ujar ku
“ayo ayo kalian gabung aja sama club kami ,kebetulan sebentar lagi mau ada pertandingan”ajak Wendy
Tiba-tiba Wendy menarik tangan ku ,dan aku di ajak untuk mengobrol dengan senior-seniornya itu. Aku hanya mendengarkan pembicaraan Suzy , karena aku memang tidak berminat untuk mengikuti basket. Entah apa yang mereka bicarakan ,tiba-tiba mereka meminta nomor Hp ku ,simple saja aku menjawab “tidak punya”. Aku dan Suzy pun pulang karena hari sudah gelap.
“Tadi kenapa kamu tidak memberikan nomor Hp mu?”Tanya Suzy
“Aku malas saja Zi , lagipula untuk apa aku memberikannya”jawab ku
“Tadi sewaktu ngobrol ,kak El meminta nomor Hp mu loh ,cieee”ujar Suzy menyindir
“kak El? Apaan si kamu Zi ”jawab ku. Udah ah aku pulang duluan.

Seperti biasanya aku selalu menjadi pendengar setia atas curhatan sahabat-sahabat ku ini. Saat aku membuka Hp ternyata ada empat pesan. Nomor itu tidak terdaftar di kontak ponsel ku dan pesan dari Suzy. Isi pesan itu seperti ini
“ade?”
“kenapa ngga di jawab ,sibuk ya?”
“hari ini latihan ya jam setengah empat “
Aku sangat kesal kepada Suzy karena dia memberikan nomor ku kepada orang lain tanpa seizin ku. Aku membalas pesan dari kak El , hingga akhirnya setiap hari kami saling berkomunikasi. Hari ketiga El mengirim kata-kata yang puitis kepada ku, aku sempat di buat terbang oleh nya. Hanya Tyfani yang tahu kalau aku suka berkomunikasi dengan El.
Aku malas dengan laki-laki yang seperti itu jadi aku suruh Tyfani yang membalasnya , aku sempat curiga takutnya Tyfany menjaili ku. Saat ku periksa Hp ku ternyata dugaan ku benar semua pesannya di hapus. Aku mendadak salah tingkah karena takut Tyfany membalas yang tidak-tidak. Bel pulang berbunyi dan Suzy sudah menunggu di depan kelas ku. Wajah nya kelihatan seperti orang yang takut.
“kenapa kamu Zi? Tidak seperti biasanya kamu seperti ini?”Tanya ku
“maaf kan aku ya ,kemarin pagi kak El meminta nomor mu , dan aku memberikan nomor nya, maafin aku ya aku merasa bersalah banget”jawab Suzy
“iya udahlah kan nomornya juga udah di kasihin , ayo kita pulang”ajak ku
Setiba di lapang basket El mendekatiku tanpa rasa canggung. Aku heran sekali melihat El yang seperti itu kepada ku bahkan dia bertanya “sudah makan belum de?” . Suzy malah mengejeku. Aku ingin sekali bicara ke El kalau pesan yang siang tadi itu bukan dari aku tapi dari teman ku. Tapi aku takut El sakit hati atas perkataan ku.
Sepertinya aku sudah terperangkap dengan jebakan Suzy yang diam-diam ingin menyatukan aku dengan El. Tapi aku sudah mulai suka dengan El , dan aku suka cemas bila El tidak mengabariku. Sepertinya apa yang sahabat-sahabat ku bilang kini terasa oleh ku. Kini aku mulai berani untuk merasakan cinta.
Semenjak aku berhubungan dengan El aku semakin rajin latihan basket. Dan aku semakin akrab dengan anggota yang lainnya. Saking akrabnya sampai-sampai pelatih basket ku berbicara “yang awet ya hubungannya, hati-hati” aku hanya senyum-senyum karena bahagianya, sampai tidak mengartikan amanat dari pelatih ku.
Semakin hari semakin banyak orang yang beranggapan buruk tentang El , tapi aku tidak begitu percaya tentang apa yang di ucapkan orang-orang. Aku merasa sedikit kecewa atas hal itu. Apalagi anggapan bahwa El mendekatiku karena taruhan dengan teman-temannya. Rasanya aku seperti orang yang tidak berguna , cerobohnya aku langsung saja menganggap El.
Aku penasaran dengan tanggapan itu ,aku memberanikan diri untuk menanyakannya kepada Joy. Ternyata memang benar El mendekatiku karena taruhan ,Joy juga mengakui bahwa ia mengikuti taruhan itu. Aku baru sadar dengan amanat dari pelatihku , ternyata yang dikatakan ‘hati-hati” itu memang benar. Hati-hati karena El playboy , hati-hati karena dia hanya mempermainkan perasaan wanita.
Aku langsung mengakhiri hubungan ini , aku kecewa sekali. Sejak kejadian itu aku berjanji akan terus semangat latihan basket , aku akan tujukan bahwa aku kuat dan aku tidak menyesal telah mengakhiri hubungan dengannya. Di lapang aku bagaikan adik yang selalu di bela. Untuk yang ketiga kalinya aku disakiti oleh laki-laki.
Sekarang aku lebih suka menjadi aku yang dahulu ,aku yang selalu menjadi tempat curahan sahabat-sahabatku dan menjadi pendengar setia atas curahan mereka. Seperti mati rasa kepada laki-laki ,untuk mengobrol pun aku tidak mau. Sudah satu tahun lamanya aku hidup seperti ini. Tingkah laku ku menjadi agak kelaki-lakian supaya tidak ada yang bisa menyakitiku lagi.
Mati rasa ku kini agak memudar karena datangnya dia di hidupku. Aku berniat untuk memainkan perasaan laki-laki itu , tapi apa yang aku lakukan malah berbalik kepadaku. Aku malah semakin percaya kepadanya.
“sebenarnya dari dulu aku menyukai mu ,dari pertama kamu masuk basket, tapi aku baru berani bicara sekarang”ujar laki-laki itu.
Memang kata-kata lelaki tak bisa dikalahkan. Tapi aku mencoba untuk tetap tidak terbawa perasaan. Bagaimana mungkin perasaan ini sepenuhnya kepada laki-laki itu. Perasaan ku terhadap laki-laki kini tidak bimbang lagi. Meskipun aku merasa nyaman dengannya tapi aku bersikap biasa saja seperti tak mempunyai rasa yang dalam.
Aku bersyukur kepada Tuhan karena aku diberi kesempatan untuk bahagia dengan laki-laki itu. Laki-laki yang yang selalu memberi semangat dan selalu menghibur ku bernama Leo. Umur ku dengan Leo berbeda 5 tahun , tapi bagi ku umur bukan penghalang kebahagiaan. Tapi umur menjadikan kita untuk saling memahami arti kehidupan.
Setiap pertemuan selalu berujung dengan kebahagiaan. Aku memang cuek orangnya ,sampai pada suatu hari Leo menjailiku sampai aku marah kepadanya. Tapi dia malah tertawa seperti melihat hal yang lucu di muka ku ini. “aku suka kamu memarahiku, jika aku melakukan hal yang bodoh”. Satu ,dua ,tiga bulan hubungan ini berjalan dengan baik.
“yuk kita main!”ajak Leo ,biasanya dia tidak pernah mengucapkan ajakan seperti itu.
”kemana?(tanyaku heran)”
“ke rumah ku, akan ku kenalkan kamu ke Ibu ku”ucap Leo
Aku tidak langsung menjawabnya ,begitu bisu mulut ini untuk berbicara.
“aku masih sekolah!!”kata-kata yang spontan keluar dari mulutku. Aku tidak sadar dengan apa yang aku ucapkan tadi.
“HaHa iya memang kamu masih sekolah. Ibuku hanya ingin bertemu dengan kamu, supaya kamu terbiasa”ucap Leo. Rasanya muka ku berubah menjadi seperti buah tomat karena menahan malu.
“baik-baik ya hubungannya, meskipun kalian terpisahkan “ucap Ibu Leo. Aku tak mengerti maksudnya apa. Tidak terasa hubungan ku dengan Leo sudah satu tahun.
Untuk yang kedua kalinya aku main ke rumah Leo. Saat itu sebenarnya aku tidak diizinkan untuk keluar tapi aku terus memaksa ke orang tua ku kata orang tua ku jam 3 pulang. Saat aku bicara ke Leo untuk pulang, dia malah marah-marah. Tidak biasanya Leo marah seperti ini, jadi aku diam menunggu ajakan Leo.
Tapi hari semakin sore dan Leo belum juga mengantarkan aku pulang. Ibuku sudah mengirim pesan katanya “cepat pulang ,takutnya hujan”. Aku bicara ke Leo.
“leo aku pulang ya, ibuku sudah menyuruhku pulang”ujar ku
“nanti lagi biar aku antarkan ke rumah”ujar Leo
“tapi ibuku sudah mengirim pesan padaku ,biar aku pulang sendiri saja”(sambil membereskan tas)ucap ku
Tiba-tiba Leo melemparkan tas yang sedang aku bereskan, aku sangat takut melihat Leo yang marah seperti banteng mengamuk. Saat aku mengambil tas ku yang dilempar Leo ,dia langsung menarik tangan ku dengan keras dan menarik kerah bajuku hingga aku terangkat ke atas. Aku sangat sakit hati dengan perlakuannya kepada ku. Aku sungguh tidak bisa menahan air mata ku lagi. Aku menangis di hadapan Leo ,dan dia berkata kasar padaku
“gue kangen sama lu , tapi lu malah bawel pengen pulang, gue pengen ketemu lama sama lu!!!”(dengan nada suara yang tinggi dan penuh dengan emosi). Aku sungguh sakit hati dan aku spontan mengatakan”kita Putus”. Leo langsung melepaskan genggaman tangannya dari baju ku. Leo kelihatan seperti orang yang depresi ,dia malah menatap lantai dengan tatapan kosong.
Aku langsung melangkahkan kaki dari tempat itu ,tapi kaki ku di di tangkap dengan tangannya. Aku baru melihat seorang laki-laki menangis kencang di hadapan ku  sambil memagang kakiku memohon agar aku tidak memutuskan Leo. Tapi aku malah menangis sakit hati melihat Leo yang seperti itu.
Tingkahnya semakin menjadi-jadi ,dia memukul-mukuli wajahnya sampai berdarah. Aku sungguh tidak kuat melihat Leo seperti itu. “gue ga akan berhenti sampai lu ngomong kita ngga putus”ucap Leo sambil menangis kecewa karena telah berbuat kasar. Aku menghentikan tangan Leo yang terus memukuli wajahnya.
“kamu tidak usah menyakiti diri kamu sendiri , dan kamu jangan mengulanginya ke perempuan lain cukup aku yang merasakannya. Aku sudah memaafkan mu”. Aku langsung lari untuk pulang.
Aku masih tidak percaya dengan kejadian itu ,ternyata orang yang aku sayangi bisa tega berbuat kasar. Sulit menghilangkan rasa sayang ini tapi bagaimana pun juga aku harus bisa menjauhi Leo. Setiap hari Leo datang ke rumah untuk meminta maaf ,tapi aku tidak pernah menemuinya ,rasa kecewa masih berbekas di hati ku.
Ini adalah satu tahunnya hubungan ku dengan Leo, sudah beberapa bulan aku tidak mengetahui kabarnya dan sekarang Leo berpamitan untuk pergi ke luar pulau Jawa. Katanya dia pergi untuk bekerja. Begitu jauh jarak memisahkan, dia pergi meninggalkan sejuta kenangan. Ingin ku larang Leo untuk pergi tapi aku tidak berhak untuk melarangnya , karena aku bukan siapa-siapanya lagi.
Aku kini sudah bisa melupakan masa lalu itu. Dan aku bersikap sewajarnya saja. Rasa sayang itu tidak akan pernah hilang. Enam bulan setelah dia pergi dia sudah tak pernah mengabariku lagi, mungkin dia senang dengan kehidupan disana. Aku selalu berharap dia mengabaiku kembali ,tapi sungguh harapan kosong yang ku dapat.
“begitu tidak adil nasib ku Tuhan!!!”
Satu tahun lamanya Leo bekerja, dia akhirnya mengabariku dan mengajaku untuk bertemu. Aku senang dan merasa menjadi diriku sendiri. Saat bertemu Leo memberiku binatang kesukaan ku, yaitu burung hantu. Tak percaya bisa bertemu dengannya kembali. Ternyata dia sudah satu minggu yang lalu berada di Garut dan setelah dia bertemu dengan ku, besoknya dia pergi lagi untuk bekerja.
Aku tahu dia pergi lagi ,karena dia memberitahu ku lewat pesan. Rasa semangat ku hilang saat membaca pesan itu. Laki-laki yang ku sayang itu pergi tanpa mengucapkan salam perpisahan. Aku sangat sayang kepada burung hantu pemberian Leo. Hingga akhirnya aku pun hidup dengan penuh harapan. Semua kebahagiaan ku sudah hilang. Aku percaya ini jalan Tuhan atas hidup ku.

Jumat, 23 November 2018

Laporan Observasi

LAPORAN OBSERVASI
SDN PANJIWANGI II
Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Individu Mata Kuliah Desain Pembelajaran yang diampu oleh Bapak Muhammad Nurjamaludin, M.Pd.


Dibuat Oleh:
Agung Merlany
16842036
Kelas 3B


PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU SOSIAL, BAHASA, DAN SASTRA
INSTITUP PENDIDIKAN INDONESIA
GARUT
2018



KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat dan ridho-Nya saya dapat menyusun laporan hasil observasi. Laporan ini disusun untuk memenuhi tugas individu. Saya mendapat banyak bantuan dari berbagai pihak yang terkait, oleh karena itu perkenankanlah saya untuk mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini.
Saya telah berupaya untuk memberikan yang terbaik dalam laporan ini. Tetapi saya juga menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam laporan ini, untuk itu saya mengharapkan kritik dan saran agar kedepannya saya dapat menjadi lebih baik lagi.

Garut, November 2018


Penyusun


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
PROFIL SEKOLAH SDN PANJIWANGI II 1
BAB I PENDAHULUAN 9
A. Latar Belakang 9
B. Tujuan Observasi 9
C. Landasar Teoritis dan Landasan Yuridis 9
BAB II PEMBAHASAN 11
A. Hasil Observasi 11
B. Hasil Wawancara 13
BAB III PENUTUP 15
A. Kesimpulan 15
B. Pelajaran yang didapat dari Observasi 15
LAMPIRAN 16




PEMERINTAH KABUPATEN GARUT
DINAS PENDIDIKAN
UPTD PENDIDIKAN KECAMATAN TAROGONG KALER
SEKOLAH DASAR NEGERI PANJIWANGI II
Jln. Desa Panjiwangi , Ds. Panjiwangi  Kec. Tarogong Kaler Kab. Garut 44151
Email: sdn_panjiwangi2@yahoo.com

PROFIL SEKOLAH

Nama Sekolah : SDN Panjiwangi II
Alamat : Jln. Desa Panjiwangi , Ds. Panjiwangi  Kec. Tarogong Kaler   Kab. Garut
Status : Negeri
NSS : 101021137041
NPSN : 20261304
Nama Kepala Sekolah : H. Jeje Ahmadi, S.Pd
NIP : 19620627 198410 1 004
No. HP : 085221912033
No. Rekening : 0007784074100
Bank : Bank Jabar dan Banten
Jumlah Guru : 12
Jumlah Rombel : 8
Tahun Pendirian : 1982
Tahun Beroperasi : 1984
Status Tanah : Hak Tanah Desa
Status Akreditasi : B
Jumlah Siswa Dalam 3 (Tiga) tahun terakhir:

  Foto Foto Sekolah
Ruang KS B. Ruang Guru

C. Ruang Kelas D. Ruang Perpustakaan

Plang Sekolah    F. Halaman Sekolah G. Fhoto Bangunan

Denah Sekolah
TATA LETAK BANGUNAN
SDN. PANJIWANGI II
KECAMATAN TAROGONG KALER KAB. GARUT
================================================








 SDN. PANJIWANGI I ( BANGUNAN YANG DIUSULKAN UNTUK DIREHAB )
 SDN. PANJIWANGI II
Ketua Komite Sekolah

     MAMANPERMANA

Kepala Sekolah

H. JEJE AHMADI, S.Pd
NIP. 196206271984101004


Visi dan Misi SDN Panjiwangi II
Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah dirumuskan mengacu kepada tujuan pendidikan dasar yaitu meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
Visi SDN Panjiwangi II
“ TERWUJUDNYA SUMBER DAYA MANUSIA YANG UNGGUL DALAM MUTU DAN BERAKHLAKUL QARIMAH “.
Misi SDN Panjiwangi II
Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif.
Menumbuhkan semangat berlomba pada diri warga sekolah
Mendorong warga sekolah untuk menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
Menerapkan manajemen partisipatif antara warga sekolah dan masyarakat.
Mengembangkan bakat dan minat peserta didik melalui program pengembangan diri.
Untuk mencapai misi tersebut, disiapkan langkah strategis sebagai berikut
Melaksanakan program peningkatan kompetensi personil sesuai fungsi dan jabatan.
Menyediakan sarana dan prasarana pendidikan sesuai kebutuhan.
Mengoptimalkan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan, metode, teknik, dan pemilihan media serta alat belajar yang sesuai.
Melaksanakan program pengembangan diri melalui bimbingan dan konseling, kegiatan ekskul, serta pembiasaan yang dilandasi nilai budaya dan karakter bangsa.
Menjalin hubungan kemitraan dengan orang tua, steakholder dan masyarakat dalam mengembangkan program sekolah.
Tujuan Sekolah Dasar Negeri Panjiwangi II
Membangun peserta didik yang beriman dan bertaqwa kepada TuhanYang Maha Esa dan berahlak mulia serta sehat jasmani dan rohani.
Meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
Peserta didik memiliki kemampuan mengapresiasi nilai sosial budaya daerah maupun budaya nasional
Menghasilkan lulusan yang siap berkompetensi di tingkat pendidikan lanjutan
Menjadikan peserta didik yang kreatif, terampil dan mandiri untuk dapat mengembangkan diri

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Observasi merupakan kegiatan yang dilakukan dengan cara terjun langsung kelapangan, agar kita dapat mengetahui proses pembelajaran di kelas. Dan metode serta strategi apa yang digunakan oleh seorang guru ketika mengajar, serta media apa yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran. Sehingga proses pembelajaran di kelas dapat berjalan dengan efektif. Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 dijelaskan pula bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Dalam rangka merealisasikan tujuan tersebut, proses belajar mengajar perlu didesain sebaik mungkin secara terkoordinasi, terpadu, efektif, dan efisien. Oleh karena itu guru harus mampu memilih metode yang efisien dan efektif sehingga tuntutan dari tujuan Pendidikan dapat terpenuhi. Pelaksanaan suatu metode pembelajaran diperlukan satu atau lebih teknik. Tidak hanya metode pembelajaran, seorang guru juga harus memiliki pengetahuan tentang model, media, dan strategi pembelajaran yang tepat digunakan dalam suatu proses belajar mengajar.

B. Tujuan Observasi
Untuk memenuhi salah satu tugas dari mata kuliah Desain Pembelajaran
Untuk mengetahui proses dan langkah-langkah kegiatan pembelajaran di kelas 4 Sekolah Dasar
Untuk mengetahui metode, model, dan strategi pembelajaran yang efektif untuk digunakan dalam proses pembelajaran
Untuk mengetahui dan membahas kendala yang muncul dalam proses pembelajaran.

C. Landasan Teoritis dan Landasan Yuridis
-Landasan Teoritis
Menurut Gestalt belajar adalah mengubah pemahaman siswa. Perubahan ini akan terjadi apabila siswa menggunakan lingkungan. Belajar adalah suatu proses yang bertujuan eksploratif, imajinatif dan kreatif. Belajar selalu diarahkan untuk mengembangkan kemampuan tingkat tinggi dan berfikir tinggi. Menurut teori belajar ini siswa merupakan individu yang utuh. Menurut Wina (2008: 207) mengajar merupakan proses penyampaian informasi atau pengetahuan dari guru kepada siswa. Proses penyampaian itu sering dianggap sebagai proses mentransfer ilmu.
Belajar mengajar adalah suatu kegiatan yang bersifat edukatif. Nilai edukatif mewarnai interaksi antara guru dengan anak didik. Interaksi yang bernilai edukatif dikarenakan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan, diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pengajaran dimulai. Untuk menerapkan pembelajaran yang efektif perlu adanya metode dan strategi yang harus ditempuh agar peserta didik itu mudah mengerti dan merasa senang selama proses belajar mengajar berlangsung.
-Landasan Yuridis
Negara Indonesia adalah negara hukum, demikian bunyi pasal 1 ayat 3 hasil amandemen ke-3 ini berarti bahwa segala tatanan kebudayaan berbangsa dan bernegara harus selalu berdasarkan hukum.  Adapun Undang-Undang yang mengatur tentang pendidikan yaitu Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

BAB II
PEMBAHASAN

Pada hari Sabtu, 10 November 2018 saya melakukan observasi dan wawancara di kelas IV SDN PANJIWANGI II.  Wali kelas IV bernama Ibu Santi Rahayu, S.Sos, S.Pd.

A. Hasil observasi :
Kurikulum dan RPP
Di SDN Panjiwangi II memakai dua jenis kurikulum yaitu KTSP dan KURTILAS. Untuk kelas I dan IV telah menggunakan kurikulum13. Dan untuk kelas II, III, V, dan VI masih menggunakan KTSP. Ibu Santi membuat Rpp sesuai dengan jenis kurikulum yaitu K13, yang kriterianya lebih kepada sikap.
1. Proses Pembelajaran di Kelas IV
Seperti yang kita ketahui bahwa karakter peserta didik itu berbeda-beda, tetapi proses/langkah-langkah yang dilakukan Ibu Santi itu sistematis, sesuai dengan RPP yang telah beliau buat. Bu Santi saat memasuki ruang kelas, tak lupa beliau berkomunikasi dengan peserta didik dengan menanyakan kabar dan juga mengecek kehadiran, kebetulan pada hari itu jumlah siswa yang hadir sebanyak 25 orang. Setelah itu Bu Santi menginformasikan kepada peserta didik kalau sekarang belajar di tema 4 tentang Jenis-Jenis Pekerjaan. Beliau memberikan stimulus dengan melakukan Tanya jawab, dan peserta didik merespon dengan baktif, sehingga pembelajaran berlangsung secara komunikatif beliau juga mencoba mengulas sedikit pelajaran yang telah diberikan sebelumnya. Sesuai dengan jenis kurikulum yang di gunakan yaitu K13, beliau memadukan pembahasan tersebut dengan pendidikan karakter, seperti “jika kita bekerja sebagai buruh atau pun jasa kita harus bersikap jujur”. Setelah selesai memerikan informasi, peserta didik diberikan tugas individu yang tujuannya untuk melatih pemahaman.
2. Model, Metode, dan Pendekatan Pembelajaran yang digunakan
Saat saya masuk ke kelas IV, keadaannya peserta didik sudah dalam setting kelas berkelompok yang terdiri dari 5-6 orang. Dengan ini Bu Santi menggunakan model pembelajaran Cooperative Learning, suatu strategi belajar mengajar yang menekankan pada sikap atau perilaku bersama dalam bekerja atau membantu di antara sesama dalam struktur kerjasama yang teratur. Metode pembelajaran yang diterapkan untuk menjadikan pembelajaran yang efekyif yaitu metode ceramah, CBSA, Tanya jawab, penugasan. Ternyata metode yang digunakan Bi Santi ini sangat efektif di terapkan di kelas IV, karena setiap peserta didik saling merespon seolah terjadi kompetisi di dalam kelas. Pendekatan yang digunakan pendekatan saintifik yang diusung oleh K13. Karena pendekatan Saintifik diyakini sebagai pendekatan yang dapat mengembangkan sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik.
3. Kondisi Ruang Kelas IV dan Suasana Pembelajaran di Kelas IV
Kondisi ruang kelas IV, setelah saya observasi menurut saya kelas ini kurang nyaman untuk di gunakan dalam pembelajaran yang luar biasa ini, karena ruang kelas yang sedikit kotor, meja dan kursi yang tidak tertata dengan rapi, tidak ada pencahayaan, dan tembok-tembok yang telah merapuh mungkin karena bangunan ini telah lama. Tapi meskipun kondisi ruangan yang kurang nyaman, peserta didik dan guru memberikan sentuhan terhadap sekeliling kelas dengan memajangkan karya-karya peserta didik, dan juga di kelas ini termasuk kelas yang lengkap ada foto presiden dan wakilnya, ada pancasila, ada tata tertib kelas, ada papan absensi, dan juga ada alat peraga yang di pajang di kelas ini. Dengan adanya ide kreatif ini membuat kelas menjadi terobati sehingga peserta didik dapat melaksanakan proses pembelajaran dengan lancar. Suasana kelas ini sangat hidup dengan cara mengajar Bi Santi dan para peserta didik yang aktif. Cara Bu Santi menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, kondusif, dan menyenangkan beliau memberi selingan dalam proses belajar dengan bernyanyi, berperan aktif terlibat dalam pembelajaran, seperti yang di pelajari sekarang yaitu tema 4 tentang Jenis-Jenis Pekerjaan, beliau membuat sosiodrama untuk memberikan pengalaman yang bermakna.
4. Bahan Ajar yang digunakan di Kelas IV
Untuk bahan ajar di K13, memerlukan buku tema, buku siswa, lingkungan, dan sumber lain yang bisa dijadikan bahan ajar. Tetapi untuk buku siswa dan buku guru sangat disayangkan belum ada/belum tersedia, sehingga Bu Santi mengakses internet untuk mengunduh buku siswa dan buku guru, dan disampaikan kepada peserta didik dengan berbagai metode yang digunakan. Ini merupakan hambatan yang tentunya menghambat proses pembelajaran. Bu Santi kadang membawa LCD dan laptop ke kelas untuk bisa menunjukan bahan ajar yang akan dipelajari pada saat itu. Tapi sarana itu beliau membawa sendiri dan juga meminjam dari temannya.
5. Karakter Guru Kelas IV
Karakter yang dimiliki oleh Ibu Santi ini unik, karena beliau mempunyai sikap yang tegas namun menyenangkan, pintar, kreatif, adil, mampu menyampaikan informasi dengan mudah dimengerti , ekspresif, adil dalam membagi perhatian dan juga adil dalam membentuk sebuah kelompok, pekerja keras, professional, dan yang paling penting adalah Bu Santi selalu terus belajar untuk menjadi fasilitator yang terbaik untuk siswanya. Saya piker saya tidak berlebihan mengungkapkan karakter beliau, karena saya merasakan sendiri, dan memang banyak orang yang satu pendapat denga saya mengenai beliau. Kepintaran beliau tercermin dari pengajarannya yang mengadopsi berbagai metode dan pendekatan, serta mengetahui kondisi/karakter peserta didiknya.

B Hasil Wawancara dengan Guru Kelas IV

1. Ketika melakukan KBM di kelas IV apakah ibu menggunakan RPP ?
Jawab:
Dengan melihat kurikulum dan membuat RPP,serta pada malam hari membaca materi yang akan disampaikan besok.Tentunya sebelum melakukan KBMdikelas guru tersebut melakukan sebuah pendahuluan atau apersepsi dan motivasi serta memberi absen.Kemudian ke kegiatan inti.Tetapi sekolah di kp berbeda dengan sekolah di prkotaan,untuk kurikulum 2013 anak memiliki pengetahuan yang kurang mungkin karena faktor geografis dan faktor fsikologis sangat kurang serta sarana dan prasarana yang tidak memadai.
2. Mengapa ibu pada saat melakukan pembelajaran dikelas siswanya dibentuk kelompok?
Jawab:
Sengaja dikelompokkan supaya membantu siswa yang kurang mampu,maka dibentuklah kelompok-kelompok dengan menggabungkan antara siswa yang memiliki kemampuan tinggi dengan siswa yang memiliki kemampuan rendah.
3. Untuk bahan ajar apakah ada buku guru dan buku siswa ?
Jawab:
Untuk buku sangat susah didapatkan.Sudah pesan beberapa kali tapi tidak datang.Dan akhirnya guru tersebut mencoba untuk meminta ke rekan atau mendwonload melalui internet.Karena tidak adanya sarana dan prasarana seperti laptop,LCD Projector guru tersebut memeberikan materi kepada siswa dengan cara di poto copy lalu dibagikan ke anak-anak.Karena sarana dan prasarananya tidak ada maka guru tersebut mencoba untuk melakukam pembelajaran dengan menyuruh siswanya untuk satu persatu melihat materi melalui hp tersebut.
4. Bagaimana kemampuan siswa pada saat mengikuti pembelajaran dikelas ?
Jawab:
Awalnya mereka malas untuk belajar,tetapi setelah guru tersebut melakukan pembelajaran dengan enjoy,maka anak-anak tersebut menjadi nyaman ketika belajar dan memiliki kemauan untuk belajar.K
5. Kesulitan dan kendala apa yang ibu temui saat melaksanakan KBM dikelas ?
Jawab:
Kesulitan :
Faktor psikologis anak
Faktor geografis
Dukungan orang tua sangat kurang berbeda dengan di kota.Kalau di kp untuk sekolah saja sangat susah.Apalagi jika ada acara tertentu si anak malah lebih mementingkan untuk tidak masuk ke sekolah.
6. Apa rencana ibu ke depannya untuk meningkatkan prestasi belajar siswa ?
Jawab:
Dengan mengikuti pelatihan pelatihan serta mengikuti seminar-seminar mengenai kurikulum 2013.


BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Sekolah yang unggul atau sekolah yang kurang unggul sama sama memiliki tujuan dan strategi untuk mencapai tujuan itu. Semua itu tidak terlepas dari perjuangan seorang pendidik yang sabar dan kreatif menggunakan berbagai pendekatan, model , dan juga metode yang cocok dengan kriteria anak didiknya. Jadi, jika masih banyak teman-teman yang bertanya mengenai model dan pendekatan apa yang cocok digunakan di Sekolah Dasar, jawabannya adalah semua model dan pendekatan apapun bagus hanya saja bagaimana cara pendidik menerapkannya. Anak-anak itu unik , mereka mempunyai kemampuan dan potensi yang luar biasa, hanya perlu pendekatan dan pemahaman agar bisa mengerti cara mereka belajar, kemudia kita bisa masuk ke dunia mereka, dan menyesuaikan dengan yang mereka sukai.

B. Pelajaran yang didapatkan dari Observasi
Sekolah Dasar itu adalah pondasi bagi siswa-siswa yang akan meneruskan ke jenjang selanjutnya, meskipun materi di tingkat Sekolah Dasar ini mudah/dasarnya saja, tapi penyampaian dan penerapannya yang sangat sulit. Karena itu saya termotivasi untuk lebih semangat dan serius dalam mencari ilmu agar menjadi seorang pendidik yang mempunyai brand dan mampu memahami karakteristik setiap peserrta didik.

LAMPIRAN
Kegiatan Pembelajaran di Kelas IV



Foto bersama Guru Kelas IV



Plang SDN PANJIWANGI II


 Foto Bersama Kepala SDN PANJIWANGI II dan Para Guru